Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kegiatan senam

Gambar
 Kegiatan senam yang dilaksnakan hari senin di halaman masjid alkalimul muttaqin. Masyarakat  sangat antusias

Profil Desa Karangasem

 2.3.1. Letak Geografis Kodisi geografis Desa Karangasemberada di Ketinggian tanah dari permukaan laut 25 M, Banyaknya curah hujan 2600 mm/tahun, Tofografi Dataran rendah, Suhu udara rata-rata 28°- 32°C dan Orbitasi (jarak dari Pusat Pemerintahan Desa/Kelurahan) : a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan :  1 Km b. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten :  7 Km c.  Jarak dari Ibukota Kabupaten / Propinsi :  120 Km d. Jarak dari Ibukota Negara :  250 Km Desa Karangasem terdiri dari 3 Dusun dengan 6 Rukun Warga (RW) dan 27 Rukun Tetangga (RT). Desa Karangasem memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut : Sebelah Utara :  Desa Kedungsana Sebelah Timur :  Desa Gombang Sebelah Selatan :  Desa Karangmulya Sebelah Barat :  Desa Plumbon dan Kebarepan Secara visualisasi, wilayah administratif  dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Karangasem sebagaimana gambar 1 : Gambar : 1 Peta Administratif Desa Karangase...

Terbentuknya Desa karangasem

Terbentuknya Desa Karangasem Desa Karangasem terhitung mulai tanggal 16 Juli 1982 dimekarkan menjadi 2 (dua) yaitu : 1. Sebelah selatan jalan raya Cirebon-Bandung diberi nama : Desa   Karangmulya,dengan kepala desanya / Pj.Ramadi 2. Sebelah utara jalan raya Cirebon-Bandung diberi nama : Desa Karangasem , kepala desanya Ki Bakiya  Urutan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Karangasem sebagai berikut : 1 Ki Kuwu H.Kusen 2 Ki Kuwu Kasan Ngabehi Wirayuda 3 Ki Kuwu H.Nurakman 4 Ki Kuwu H.Durakman 5 Ki Kuwu H.Kamar 6 Ki Kuwu Suta 7 1942 - 1967 Ki kuwu H.Bali          8 1967 - 1985 Ki Kuwu Bakiya          9 1985 - 1989 Bp. Pj.Kuwu  Usman        10 1989 - 1998 Bp . Kuwu H.Utadji      11 1998 - 1999 Bp.  Pj. Kuwu  Subur              12 1999 - 2005 Bp  Kuwu  Toto...

Sejarah Desa Karangasem

  Sejarah Desa Karangasem Pada jaman dahulu kala , belum ada jalan kereta api dan jalan beraspal juga belum ada aliran irigasi serta penerangan listrik. Pada pertengahan abad ke XV  Masehi yang ditandai dengan Tahun SANGKALA yang berbunyi “ SIRNA ILANG KERTANING BUMI “, Di tanah Karangasem ini masih merupakan tanah hutan belukar berduri dan  angker, serta banyak pohon asam besar , gombang- gombang, kolam dan sungai yang penuh lumpur encer ( embel ). Maka dari itu banyak terdapat kura-kura yang sebesar nyiru dan masih banyak buaya yang naik kedaratan untuk memanaskan badanya. Juga binatang liar dan buas, seperti macan, babi hutan, kijang atau menjangan, monyet, ular besar, ayam hutan dan burung hantu yang jika malam mengeluarkan bunyi yang menakutkan dan membuat bulu kuduk berdiri.  Hutan di sini dari sebelah selatan seolah-olah merupakan kepanjangan dari kaki Gunung Ciremai dan rentetannya dengan Gunung Kromong dan Gunung Guo Dalem. Menurut cerita, hutan disini tempa...